Sendi rahang bekerja hampir sepanjang hari. Kita menggunakannya saat berbicara, mengunyah, menelan, menguap, hingga menunjukkan ekspresi wajah. Karena sering bergerak, bagian tubuh ini juga membutuhkan perhatian agar tetap nyaman dan berfungsi dengan baik. Menjaga Kesehatan Sendi Rahang tidak membutuhkan kebiasaan yang rumit. Kita bisa memulainya dengan mengurangi tekanan berlebihan pada rahang, menghindari kebiasaan mengatupkan gigi terlalu kuat, serta mengenali rasa sakit sejak awal. Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu rahang menjalankan fungsinya dengan nyaman.
Sendi rahang sendiri dikenal sebagai temporomandibular joint atau TMJ. Kita memiliki sendi ini pada sisi kanan dan kiri kepala, tepat di depan telinga. Ketika muncul gangguan pada sendi, otot pengunyah, atau jaringan di sekitarnya, dokter dapat mengelompokkannya sebagai temporomandibular disorders atau TMD.
Kenali Fungsi Sendi Rahang dan Gangguan TMD
Sendi temporomandibular menghubungkan rahang bawah dengan bagian temporal tengkorak. Struktur ini memungkinkan rahang bergerak ketika kita membuka dan menutup mulut. Gerakan tersebut terlihat sederhana, tetapi sendi, otot, ligamen, dan jaringan lain harus bekerja secara terkoordinasi.
Gangguan pada sistem tersebut dapat memunculkan nyeri rahang, kekakuan, kesulitan membuka mulut, atau rasa sakit ketika mengunyah. Sebagian orang juga mendengar bunyi klik atau popping ketika menggerakkan rahang.
Namun, bunyi klik tidak selalu menandakan masalah serius. Bunyi pada TMJ tanpa rasa sakit atau keterbatasan gerak cukup umum dan biasanya tidak membutuhkan perawatan khusus. Kondisinya berbeda jika bunyi tersebut muncul bersama nyeri, rahang terkunci, atau gerakan mulut semakin terbatas.
Karena itu, Menjaga Kesehatan Sendi Rahang juga berarti memahami perubahan yang terjadi pada tubuh. Jangan langsung panik ketika rahang berbunyi, tetapi jangan mengabaikan rasa sakit yang menetap atau fungsi rahang yang terganggu.
Kurangi Kebiasaan yang Memberikan Tekanan pada Rahang
Beberapa kebiasaan sehari-hari dapat membuat otot rahang bekerja lebih keras. Mengunyah permen karet dalam waktu lama menjadi salah satu contohnya. Kebiasaan menggigit kuku, ujung pulpen, atau benda keras juga memberikan beban tambahan pada rahang.
Perhatikan pula kebiasaan mengatupkan atau menggertakkan gigi. Sebagian orang melakukannya ketika sedang fokus atau mengalami stres tanpa menyadarinya. Kebiasaan menggertakkan gigi dikenal sebagai bruxism dan dapat berkaitan dengan keluhan pada rahang pada sebagian orang.
Saat sedang tidak makan, cobalah menjaga rahang dalam posisi rileks. Jangan terus menekan gigi atas dan bawah satu sama lain. Biarkan otot rahang beristirahat.
Kamu juga sebaiknya menghindari membuka mulut terlalu lebar secara sengaja. Saat menguap, jangan memaksakan gerakan rahang melebihi batas yang terasa nyaman.
Langkah sederhana ini membantu mengurangi tekanan pada sendi rahang. Semakin sadar terhadap kebiasaan sehari-hari, semakin mudah kita menghentikan gerakan yang membuat otot dan sendi bekerja secara berlebihan.
Pilih Makanan yang Tepat Saat Rahang Terasa Nyeri
Orang dengan rahang sehat tidak harus menghindari makanan keras selamanya. Namun, ketika rahang sedang terasa sakit atau mengalami gejala TMD, mengurangi beban mengunyah untuk sementara dapat membantu meredakan ketidaknyamanan.
Pilih makanan bertekstur lebih lunak seperti telur, sup, ikan lembut, kentang, nasi, atau makanan lain yang tidak membutuhkan tenaga mengunyah terlalu besar. Potong makanan menjadi ukuran kecil agar rahang tidak perlu membuka terlalu lebar.
Hindari sementara makanan yang sangat keras, alot, atau lengket jika makanan tersebut memperburuk rasa sakit. Mengunyah permen karet juga sebaiknya dihentikan ketika rahang sedang bermasalah.
Cara ini bukan berarti kamu harus menjalani diet makanan lunak dalam jangka panjang tanpa alasan medis. Tujuannya hanya mengurangi beban ketika sendi atau otot rahang sedang mengalami keluhan.
Jika rasa sakit mereda, kamu dapat kembali ke pola makan normal secara bertahap sesuai kenyamanan. Jika aktivitas mengunyah terus menimbulkan sakit, konsultasikan dengan dokter atau dokter gigi agar penyebabnya dapat diperiksa.
Relaksasi dan Perawatan Sederhana untuk Rahang
Stres dapat membuat sebagian orang lebih sering mengatupkan atau menggertakkan gigi. Karena itu, mengelola stres juga dapat membantu mengurangi kebiasaan yang memberi tekanan pada otot rahang.
Cobalah memperhatikan posisi rahang ketika bekerja, berkendara, atau menggunakan komputer. Jika kamu sadar sedang mengatupkan gigi, kendurkan rahang dan biarkan otot wajah kembali rileks.
Ketika muncul keluhan TMD ringan, kompres hangat atau dingin dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada sebagian orang. Pilih metode yang terasa paling nyaman dan jangan menempelkan sumber panas atau es langsung pada kulit.
Latihan atau peregangan rahang juga dapat menjadi bagian dari penanganan TMD. Namun, jangan memaksakan gerakan tertentu hanya karena melihat tutorial di internet. Dokter, dokter gigi, atau fisioterapis dapat membantu memilih latihan yang sesuai dengan kondisi rahang.
Pendekatan konservatif biasanya menjadi langkah awal untuk gangguan TMD. Artinya, tenaga kesehatan umumnya mengutamakan metode sederhana dan tidak permanen sebelum mempertimbangkan prosedur yang lebih invasif.
Kenali Tanda Sendi Rahang Membutuhkan Pemeriksaan
Bagian penting dari Menjaga Kesehatan Sendi Rahang adalah mengetahui kapan keluhan tidak lagi layak kita abaikan. Nyeri rahang yang terus berulang, kesulitan mengunyah, keterbatasan membuka mulut, atau rahang yang terkunci perlu mendapatkan perhatian.
Rasa sakit juga dapat muncul di sekitar telinga, wajah, atau pelipis. Sebagian penderita TMD mengalami sakit kepala bersamaan dengan keluhan rahang. Karena beberapa kondisi lain dapat menghasilkan gejala serupa, jangan mendiagnosis penyebabnya sendiri.
Dokter atau dokter gigi biasanya akan menanyakan lokasi dan pola nyeri, memeriksa gerakan rahang, serta mencari area yang terasa sakit. Pada kondisi tertentu, tenaga kesehatan mungkin membutuhkan pemeriksaan pencitraan untuk melihat struktur tulang, sendi, atau jaringan di sekitarnya.
Jangan terburu-buru memilih prosedur yang mengubah posisi gigi atau struktur rahang secara permanen untuk mengatasi TMD. Bukti ilmiah untuk sejumlah perawatan TMD masih terbatas. Pendekatan konservatif dan reversibel biasanya menjadi pilihan awal sebelum prosedur yang lebih kompleks.
Pada akhirnya, Menjaga Kesehatan Sendi Rahang membutuhkan kesadaran terhadap kebiasaan sehari-hari. Kurangi kebiasaan menggertakkan gigi, jangan terlalu sering mengunyah permen karet, hindari membuka mulut secara berlebihan, dan beri kesempatan otot rahang untuk rileks.
Jika nyeri terus muncul atau rahang mulai sulit bergerak, jangan hanya menahannya. Pemeriksaan profesional dapat membantu menemukan penyebab dan menentukan langkah yang sesuai. Dengan kebiasaan yang tepat, kita dapat menjaga fungsi rahang tetap nyaman untuk berbicara, makan, dan menjalani aktivitas sehari-hari.